Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Normalisasi dengan Israel, ‘Jurus Mabuk’ UEA yang Hanya Untungkan Rezim Zionis

Normalisasi dengan Israel, 'Jurus Mabuk' UEA yang Hanya Untungkan Rezim Zionis

POROS PERLAWANAN – Uni Emirat Arab (UEA) adalah negara pertama yang membebaskan warganya dari visa untuk memasuki Israel. Ini terjadi usai kunjungan resmi delegasi UEA ke pusat pemerintahan Rezim Zionis.

Dilansir al-Alam, jadi sudah jelas bahwa kesepakatan yang diupayakan Israel untuk dibuat dengan UEA, Bahrain, dan negara-negara Arab lain, hanya untuk kepentingan Rezim Zionis belaka. Kesepakatan ini tak akan memberikan keuntungan bagi negara-negara Arab pelaku normalisasi, dan ini merupakan pengkhianatan para penguasa Arab kepada rakyat mereka.

Netanyahu bicara soal cakrawala-cakrawala luas yang pada hakikatnya bukan apa-apa selain kelanggengan posisi dirinya di Israel. Ia mendapatkan “legalitas regional dan internasional” melalui hubungan yang dijalinnya dengan para penguasa Arab, yang mereka sendiri didudukkan di takhta oleh penjajah Inggris beberapa dekade lalu.

Dusta besar jika normalisasi dengan Israel akan membantu ekonomi negara-negara pelakunya. Ini hanya trik yang digunakan Rezim Zionis untuk mengalihkan perhatian publik guna mewujudkan tujuan-tujuan ekspansifnya. Israel berusaha sebisanya menyedot harta negara-negara sekitarnya atas nama investasi, untuk kemudian mengambil keuntungan secara sepihak.

Tujuan sebenarnya Israel dari normalisasi adalah sebagai berikut:
1. Memberikan legalitas kepada rezim haram ini melalui penerimaan para penguasa Arab.
2. Menutupi kejahatan-kejahatan yang dilakukannya sejak menduduki negeri-negeri Muslim hingga sekarang.
3. Menggerakkan roda perekonomiannya dengan mengekspor produk-produknya ke negara-negara Arab dan menghidupkan sektor ekonomi ini dengan menjarah harta negara-negara Kawasan.
4. Menciptakan kawasan aman dan damai bagi kelangsungan hidupnya di tanah-tanah pendudukan, sama seperti Iblis yang ingin tetap menetap di surga.

Apa komoditas yang dimiliki UEA untuk menguasai pasar Israel, sehingga ada keuntungan timbal balik antara Abu Dhabi dan Tel Aviv? Tak ada sama sekali! UEA hanya punya minyak, yang itu pun akan diperoleh Israel secara gratis.

Meski ada “embargo Arab” atas Israel, tetap saja Tel Aviv bisa memasok barang-barang ke UEA, Saudi, dan sejumlah negara antek lain. Saudi pada tahun 2011 sempat mengakui masuknya produk-produk Israel ke pasarnya melalui beberapa korporasi Arab dan asing.

UEA adalah negara Teluk (Persia) pertama dan negara Arab ketiga usai Mesir dan Yordania yang menormalisasi hubungan dengan Israel. Bahrain sendiri menempati posisi keempat.

Warga Arab berhak untuk bertanya, apa yang diperoleh Mesir dan Yordania dari normalisasi? Andai janji-janji AS dan Israel benar, semestinya Mesir dan Yordania sudah keluar dari kondisi keterbelakangan dan krisis ekonomi. Faktanya, standar hidup di dua negara ini tidak kunjung meningkat lantaran banyaknya utang-utang mereka kepada IMF.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *