Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat Palestina

Para Pengkhianat yang Hari ini ‘Mengubur’ Quds, Tak Mustahil Esok Hari ‘Serahkan’ Mekkah

Para Pengkhianat yang Hari ini 'Mengubur' Quds, Tak Mustahil Esok Hari 'Serahkan' Mekkah

POROS PERLAWANAN – Wakil Ketua al-Wifaq Bahrain, Syekh Husain al-Dayhi menegaskan bahwa rakyat negara ini akan mendampingi Palestina selamanya. Kelompok al-Wifaq merupakan kelompok oposisi terbesar di Bahrain.

Dalam wawancara dengan al-Mayadeen, al-Dayhi menyebut kesepakatan normalisasi dengan Israel sebagai “kejatuhan bagi para pelakunya”.

Ia menegaskan, para pelaku normalisasi sebelum ini tidak pernah memihak rakyat Palestina, walau hanya sehari.

“Kami akan selalu bersama rakyat Palestina dalam satu front. Kami tidak akan pernah condong ke kelompok hina (pelaku normalisasi) ini. Kami sangat prihatin bahwa nama Bahrain disebut dalam normalisasi,” kata al-Dayhi, seperti dilansir Fars.

Menurutnya, para pelaku normalisasi hendak mengubur Quds dengan dalih perdamaian. Al-Dayhi menandaskan, siapa pun yang membela Quds, berarti ia pun membela Mekkah. Dengan demikian, katanya, siapa pun yang hari ini berpaling dari Quds, esok hari pasti akan menyerahkan Mekkah.

Al-Dayhi menyatakan Palestina akan tetap menjadi bagian dari prinsip al-Wifaq dan kelompok revolusioner Bahrain.

Pada Minggu malam lalu, al-Wifaq mengumumkan bahwa Rezim Al Khalifa memaksa lembaga-lembaga keagamaan, olahraga, dan sipil Bahrain untuk menyuarakan dukungan terhadap normalisasi.

Semenjak Donald Trump mengumumkan persetujuan Manama untuk menjalin hubungan dengan Tel Aviv pada Jumat pekan lalu, berbagai kelompok Bahrain menentang keras keputusan Kerajaan.

Sebelum ini, Direktur Kantor Politik Aliansi Pemuda 14 Februari, Ibrahim al-Aradi meminta dari publik dunia agar tidak menyebut Bahrain sebagai pelaku normalisasi. Menurutnya, keputusan normalisasi adalah murni kebijakan dari Rezim Al Khalifa, bukan rakyat Bahrain.

“Para penguasa Al Khalifa, terutama Hamad bin Isa, telah memerangi agama dan bersekutu dengan Yahudi demi dunia fana dan jabatan. Mereka telah menyingkirkan norma-norma dan membunuh identitas Bahrain,” kata al-Aradi.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *