Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Pemerintah AS Rela Campakkan Rakyatnya Sendiri demi Utamakan Loyalitas pada Donaturnya di Saudi

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Pemerintah Amerika Serikat memiliki “loyalitas yang lebih besar kepada Kerajaan Arab Saudi daripada kepada rakyatnya sendiri”, menurut seorang pakar hak asasi manusia dan aktivis perdamaian Amerika.

Daniel Kovalik, seorang pengajar hak asasi manusia internasional di University of Pittsburgh School of Law di negara bagian Pennsylvania, membuat pernyataan itu dalam sebuah wawancara dengan Press TV pada hari Jumat, 11 September.

Presiden AS Donald Trump telah berkoar dia melindungi Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman atas tuduhan pembunuhan mengerikan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi, menurut sebuah buku baru yang viral.

Berbicara dengan jurnalis dan penulis Bob Woodward, Trump dengan bangga membela Bin Salman atas pembunuhan keji yang dilakukan di dalam Konsulat Saudi di Turki itu.

“Saya menyelamatkannya,” kata Trump kepada Woodward untuk bukunya yang akan datang “Rage”, menurut kutipan yang diterbitkan pada hari Kamis oleh Business Insider.

“Saya bisa membuat Kongres membiarkan dia sendiri. Saya bisa membuat mereka berhenti,” kata Trump.

Khashoggi, yang merupakan seorang kritikus Bin Salman, dibacok sampai mati dan tubuhnya dipotong-potong di Konsulat Kerajaan Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018.

Sebuah laporan PBB menemukan bahwa ada “bukti kredibel yang cukup” untuk menyalahkan Bin Salman atas pembunuhan Khasoggi dan dia harus diselidiki untuk itu.

Kovalik mengatakan bahwa “cukup jelas bahwa sebenarnya Putra Mahkota Arab Saudi berada di balik penyiksaan dan pembunuhan brutal terhadap Jamal Khashoggi yang merupakan seorang jurnalis untuk Washington Post, yang merupakan surat kabar Amerika yang sangat penting dan bukti jelas bahwa dia memerintahkan pembunuhan ini”.

“Dan ya, Trump sekarang mengakui bahwa dia mencampuri urusannya untuk memastikan bahwa Kongres tidak akan menyelidiki, dan jika tidak, dia tidak akan dibawa ke pengadilan, yang merupakan pengakuan yang sangat luar biasa mengingat dia membunuh seorang jurnalis Amerika,” katanya.

“Saya pikir semua yang bertanggung jawab termasuk Putra Mahkota harus diadili. Maksud saya, itu sangat jelas. Itu kan kewenangan penegak hukum AS untuk melakukan itu, tapi lagi-lagi AS tidak mau melakukan itu, karena Pemerintah AS sangat dekat dengan Arab Saudi,” ujarnya.

“Dan tentu saja Anda memiliki dukungan terus-menerus dari AS terhadap kejahatan perang Arab Saudi di Yaman. Jadi AS berbalik ke arah lain dalam hal kejahatan Saudi lagi, bahkan kejahatan Saudi terhadap AS sendiri dalam bentuk 9/11 atau terhadap jurnalis Amerika. Itu sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa Pemerintah AS memiliki loyalitas lebih kepada Kerajaan Arab Saudi daripada kepada rakyatnya sendiri,” katanya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *