Loading

Ketik untuk mencari

Oseania & Asia

Pengamat: Jika Mau, Beijing Dapat dengan Mudah ‘Tendang’ Kapal Induk AS dari Laut China Selatan

POROS PERLAWANAN – China dapat mengeliminasi dua kapal induk yang dikirim Amerika Serikat ke Laut China Selatan dengan sesuka hati, di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua kekuatan dunia, kata seorang ekonom dan penulis Amerika, seperti dilaporkan Press TV.

Untuk kedua kalinya dalam dua minggu, USS Nimitz dan USS Ronald Reagan melakukan operasi dan latihan militer di Laut China Selatan pada tanggal 4 hingga 6 Juli, dan kembali ke wilayah itu pada hari Jumat, menurut pernyataan Angkatan Laut AS yang dikeluarkan pada hari Jumat.

“Ini bukan tindakan militer yang berarti bagi Amerika Serikat dengan mengirim dua kapal induk. Dua kapal induk bukan ancaman apa pun bagi China. China dapat melenyapkan kapal induk (AS) sesuka hati,” kata Paul Craig Roberts, mantan Asisten Sekretaris Departemen Keuangan AS pada masa pemerintahan Presiden Ronald Reagan.

“Jadi ini bukan tindakan yang signifikan. Ini adalah semacam kampanye bagi publik Amerika demi menjaga mereka percaya bahwa Amerika Serikat memiliki musuh dan membutuhkan anggaran militer yang sangat besar,” tambahnya.

Hubungan antara Washington dan Beijing menegang akibat persoalan Laut China Selatan, virus Corona, perdagangan, dan soal Hong Kong.

Amerika Serikat telah mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap China atas tuduhan eksploitasi Beijing atas sumber daya lepas pantai di sebagian besar Laut China Selatan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying mengatakan dalam jumpa pers harian di Beijing, Jumat, bahwa para pejabat AS “kehilangan akal dan menjadi gila” dalam berurusan dengan Beijing.

“Orang-orang ini, untuk kepentingan pribadi dan keuntungan politik, tidak ragu-ragu untuk membajak opini publik domestik… ke titik di mana mereka kehilangan akal dan menjadi gila,” katanya.

Setuju dengan pernyataan Chunying, Roberts menyebut bahwa China tidak perlu menanggapi serius “tindakan kekanak-kanakan AS” dan lebih baik fokus pada urusan ekonomi dan bisnis.

“Tidak ada alasan bagi China untuk membalas tindakan tidak efektif dan pernyataan bodoh yang keluar dari Washington. Tiongkok seharusnya mengabaikan mereka dan melanjutkan bisnis mereka, karena pernyataan ini tidak benar-benar berarti,” kata Roberts.

“Ketika Anda memikirkannya, begitu banyak industri Amerika sekarang berada di China. Selain itu, China adalah sumber dari begitu banyak obat-obatan Amerika sehingga anggapan bahwa Amerika Serikat dapat menghukum Tiongkok adalah konyol. China yang bisa memberi hukuman. Anda tahu bagaimana jika mereka menasionalisasi Apple Computer. Tidak ada yang bisa dilakukan Amerika Serikat tentang hal itu,” tambahnya.

“Jadi saya pikir, secara keseluruhan, saya tidak percaya bahwa kapal induk yang pergi ke China ini berarti apa-apa. Dan saya pikir yang terbaik adalah China tidak menjawab,” pungkasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *