Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Pentagon Kelimpungan Cari 100 Ribu Kantong Mayat Demi Atasi ‘Banjir Kematian’ Akibat Covid-19 di Amerika

POROS PERLAWANAN – Pentagon berusaha mencari 100 ribu kantong mayat untuk dibagikan ke rumah sakit dan kamar mayat di AS yang “dibanjiri” kematian akibat virus Corona. Dalam kondisi ini, AS lagi-lagi memecahkan rekor total kematian hariannya sendiri sebagai dampak pandemi.

Seorang pejabat Pentagon pada hari Rabu 1 April, membeberkan rencana menanggulangi banyaknya kematian perhari akibat virus. Ia menjelaskan bahwa pertama, Departemen Pertahanan akan mendistribusikan sebanyak 50 ribu kantong mayat bergaya militer kepada Badan Manajemen Darurat Federal (BMDF). Setelah itu, Departemen Pertahanan juga akan berusaha mencari lebih banyak lagi kantong mayat serupa.

Permintaan stok kantong mayat dari BMDF datang ketika AS mengalami peningkatan jumlah korban Covid-19 yang semakin cepat di seluruh 50 negara bagian.

Terhitung hampir 1000 kematian baru, terjadi pada hari Rabu, dan angka ini memecahkan rekor kematian perhari terbanyak yang ditetapkan hanya 24 jam sebelumnya.

Hingga kini, hampir 300 ribu orang di AS positif Covid-19 menurut data dari Johns Hopkins University.

Unit Dukungan Logistik Pasukan Departemen Pertahanan yang mengelola persediaan kantong mayat yang biasanya digunakan untuk tentara yang terbunuh di luar negeri, telah menghubungi produsen untuk bertanya apakah mereka dapat memenuhi permintaan dalam jumlah besar, meski untuk saat ini mereka belum melakukan pemesanan, Bloomberg melaporkan.

BMDF dan Pentagon telah berkoordinasi untuk menyiapkan kamar mayat berupa truk berpendingin guna mengatasi masuknya ribuan korban jiwa, sementara militer mengirim tim layanan kamar mayat ke New York, negara bagian AS yang paling parah terdampak dengan hampir 113 ribu kasus dan lebih dari 3.100 kematian.

Angkatan Laut AS juga telah mengerahkan kapal medis ke NYC dan Los Angeles, di mana mereka akan merawat pasien non-virus Corona dalam upaya untuk meringankan beban rumah sakit di kedua kota yang ramai tersebut.

Menurut prediksi yang disiapkan oleh Gugus Tugas Covid-19 Gedung Putih, hingga 240 ribu orang Amerika berkemungkinan tewas akibat epidemi, dengan angka terendah 100 ribu jika tindakan pencegahan dan pengamanan yang tepat dapat segera dilakukan.

Tags:

2 Komentar

  1. Cublak suweng April 9, 2020

    Mantab

    Balas
  2. Iwan April 9, 2020

    Saya baca berita kemarin di los angeles 60% dari korban yg meninggal orang kulit hitam (afrikan american)

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *