Loading

Ketik untuk mencari

Arab Saudi

Penulis Saudi Singgung Adanya Tekanan dan Intimidasi Otoritas Kerajaan terhadap Putra Khashoggi Agar Maafkan Pembunuh Ayahnya

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, seorang penulis Saudi, Abdullah Alaoudh, dalam kolomnya di Washington Post menyatakan, ada kemungkinan bahwa putra Jamal Khashoggi memaafkan para pembunuh ayahnya karena ditekan Otoritas Saudi.

Melalui akun Twitter, Shalah Khashoggi pada hari Jumat 22 Mei lalu menyatakan telah memaafkan orang-orang yang membunuh ayahnya.

“Pada malam bulan (Ramadan) yang penuh berkah ini, mari kita mengingat firman Allah: Jika seseorang memaafkan dan berdamai, dia akan mendapat pahala di sisi Allah. Oleh karena itu, kami anak-anak Syahid Jamal Khashoggi mengumumkan telah memaafkan para pembunuh ayah kami, demi meraih pahala Allah,” cuitnya.

Padahal, menurut Washington Post, sebelum ini Pengadilan Tinggi Saudi dan mantan Menteri Hukum Saudi, Muhammad al-Issa, telah menegaskan bahwa berdasarkan UU Saudi, anggota keluarga korban pembunuhan sadis seperti ini tak bisa memaafkan pelaku.

Kabar dimaafkannya pembunuh Khashoggi direspons oleh tunangannya. Hatice Cengiz lewat akun Twitter-nya mencuit, ”Tak seorang pun bisa memaafkan para pembunuh Khashoggi, sebab dia dibunuh dengan tipu muslihat.”

Abdullah, yang merupakan putra Salman Alaoudh (salah satu tahanan politik Saudi), menyatakan bahwa keluarga Khashoggi bernasib sama seperti keluarga-keluarga lain yang diintimidasi Otoritas Saudi.

Abdullah menyebutkan kasus-kasus serupa lain di Saudi, termasuk yang terjadi pada keluarganya. Dia mengaku, 17 orang dari kerabatnya dilarang pergi ke luar negeri, lantaran tekanan Pemerintah Saudi atas mereka dan ayahnya.

Khashoggi, yang kerap mengkritisi Pemerintah Saudi, dibunuh secara biadab di Konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018. Para petinggi Saudi selalu mengklaim, pembunuhan itu dilakukan secara spontan dan tidak diinstruksikan oleh Riyadh, atau Muhammad bin Salman.

Namun klaim ini diragukan oleh masyarakat internasional. PBB dan sejumlah biro intelijen meragukan versi Pemerintah Saudi soal pembunuhan Khashoggi.

Belakangan, Pemerintah Saudi mengakui bahwa dia dibunuh oleh tim yang berencana memulangkannya ke Saudi setelah lama menetap di AS.

Pada Desember 2019, 5 orang tak dikenal divonis hukuman mati atas dakwaan keterlibatan dalam pembunuhan Khashoggi. Reporter PBB, Agnes Callamard, menyebut pengadilan itu hanya sandiwara belaka. Dia menuntut investigasi independen terkait kasus tersebut.

Tags: