Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Tekad Pantang Menyerah Iran Kirim Tanker Minyak ke Venezuela, Sinyal Uji Coba Tatanan Baru Dunia Tanpa Hegemoni Amerika

POROS PERLAWANAN – Dilansir Young Jurnalist Club, mantan analis Pentagon Michael Maloof menyatakan, tekad Iran untuk mempertahankan haknya telah memaksa AS tak bisa berbuat apa-apa terhadap tanker Iran.

Dalam wawancara dengan al-Mayadeen, Michael Maloof menjawab pertanyaan kenapa Washington tidak melaksanakan ancamannya kepada tanker Iran.

“Secara hukum, Iran memiliki hak untuk bertransaksi dengan pihak mana pun, meski Iran dan Venezuela sedang dijatuhi sanksi oleh AS. Yang terjadi adalah transaksi legal terkait sejumlah komponen untuk memperbaiki fasilitas minyak Venezuela,” kata Maloof.

Ia mengatakan, karena transaksi Teheran-Caracas legal, dan sanksi Washington juga diberlakukan secara sepihak, maka jika AS menahan tanker Iran, itu bisa dikategorikan sebagai pembajakan.

“AS khawatir proyek Jalur Sutra China berkembang hingga Amerika Latin. China, Iran, bahkan Rusia, adalah bagian dari proyek ini. Tujuannya adalah menantang dolar AS dan sistem keuangan Barat.”

“AS berusaha menakut-nakuti Iran. Tapi, bukannya mundur, Iran justru memutuskan untuk melawan. Ketika AS menempatkan kapal-kapal perangnya di Teluk Persia, kenapa Iran tidak boleh melebarkan jalur dagangnya hingga Teluk Meksiko dan Laut Karibia?” lanjut Maloof.

Ia meyakini, China akan menjadi rival utama AS. Sebab itu, Washington memusatkan perhatiannya ke Asia Timur. Maloof menyebut aliansi China, Iran, dan Rusia di proyek Jalan Sutra sangat kukuh, bahkan lebih kuat dari aliansi-aliansi di era Perang Dingin.

“Tampaknya Iran dan China melakukan sejumlah tindakan untuk mengabaikan sanksi-sanksi AS. Sebelum ini, Beijing dan Moskow juga telah memutuskan untuk menutup mata dari sanksi atas Teheran. Jika begini, kita akan melihat negara-negara lain berbuat serupa,” papar Maloof.

“Yang terjadi di Venezuela adalah sebuah tes untuk tatanan baru dunia, yang telah terbukti sukses. Sebab itu, kita akan menyaksikan tes ini meluas ke kawasan-kawasan lain. Ekonomi AS butuh waktu untuk kembali pulih, sementara China telah memulai aktivitas ekonominya. China juga berniat menanam investasi di Irak dan Lebanon. Persekutuan Iran-China akan mempercepat terwujudnya tatanan baru dunia,” pungkasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *