Loading

Ketik untuk mencari

Opini

Perlunya Koreksi Teori Sejarah ‘AS Serba Superior’ ala Fukuyama, Usai Terungkapnya Fakta ‘Paman Sam Limbung’ di Era Trump

Perlunya Koreksi Teori Sejarah 'AS Serba Superior' ala Fukuyama, Usai Terungkapnya Fakta 'Paman Sam Limbung' di Era Trump

POROS PERLAWANAN – Kejadian-kejadian dan perkembangan cepat yang terjadi di AS baru-baru ini adalah hasil dari disingkapnya kedok dari wajah asli masyarakat AS oleh Donald Trump.

Dilansir al-Alam, wajah asli Paman Sam ini tidak bisa dibayangkan oleh mereka yang menganggap AS sebagai puncak kemajuan sosial, budaya, dan politik. Termasuk oleh intelektual AS, Francis Fukuyama yang kerap membanggakan hal ini dalam bukunya “The End of History and The Last Man”.

Fukuyama, yang menggulirkan teorinya di akhir dekade 80-an lalu, mengabaikan sejarah yang dibangun di atas pembantaian, invasi, agresi, penjarahan, dan binasanya jutaan manusia di tangan pasukan militer. Teorinya selaras dengan ilusi dan kepongahan orang-orang AS, terutama para elite politiknya.

Kini, setelah Trump dan 74 juta orang AS (pemilih Trump) membuktikan bahwa AS masih dalam tahap atau era “Koboi”, sepertinya Fukuyama mesti memperbarui pandangannya.

Bahwa puluhan juta orang AS dengan kehendak mereka memilih orang yang disebut gila oleh para psikolog; orang rasis radikal yang mengunggulkan satu ras atas ras-ras lain; orang yang tanpa rasa malu menyatakan siap menggunakan senjata nuklir untuk menghancurkan negara lain; orang yang rela membakar AS agar bisa tetap berkuasa dan memprovokasi pendukungnya untuk menyerang Kongres, semua ini adalah pertanda bahwa AS tidak seperti yang dikhayalkan oleh Fukuyama.

Berbagai kelompok bersenjata turun ke jalanan untuk membatalkan hasil Pilpres. Salah satunya adalah kelompok Cowboys for Trump, yang dipimpin seorang pejabat senior di salah satu Negara Bagian AS. Ia mengancam akan bergerak menuju Washington dan siap menumpahkan banyak darah demi menghalangi Joe Biden berkuasa.

Demi pelantikan Presiden, yang diklaim Fukuyama sebagai akhir sejarah, Washington diisolasi dari AS dan dunia. Sekitar 30 ribu personel Garda Nasional dan Polisi ditempatkan di Ibu Kota.

Belakangan terungkap bahwa banyak dari para personel itu yang teridentifikasi radikal dan rasis, sehingga mereka pun mendapat peringatan keras. Ini menunjukkan bahwa masyarakat AS menderita karena rasisme, budaya koboi, dan keterbelakangan pikiran-politik.

Pasca serangan ke Kongres dan keluarnya “jin rasisme” dari botol serta tersebarnya fenomena Trumpisme, sebagian dari kalangan elite AS memperingatkan potensi runtuhnya sistem AS dan terpecahnya Paman Sam. Sekali lagi, ini membuktikan bahwa AS ala Fukuyama adalah “AS yang limbung”.

Sepertinya tidak ada warga dunia, yang selama ini ditindas AS, bersedih melihat nasib AS saat ini. Bahkan, bisa dipastikan bahwa dunia akan bernapas nyaman tanpa keberadaan imperium setan AS yang menjadi mimpi buruk bagi semua orang selama puluhan tahun.

Tags:

3 Komentar

  1. Myroncax April 15, 2021

    free personal ads online
    free adult personals site

    Balas
  2. JavierDrora Mei 2, 2021

    tinder sign up , tinder dating app
    browse tinder for free

    Balas
  3. JavierDrora Mei 9, 2021

    tindr , tinder date
    tinder app

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *