Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

‘Petualangan Imperialis’ Trump Kembali Gagal, PBB Akui Pemerintahan Maduro Satu-satunya ‘Wakil Sah Tunggal’ Venezuela

‘Petualangan Imperialis’ Trump Kembali Gagal, PBB Akui Pemerintahan Maduro Satu-satunya ‘Wakil Sah Tunggal’ Venezuela

POROS PERLAWANAN – Wakil Venezuela di PBB, Samuel Moncada melalui cuitannya menyatakan, Sidang Umum PBB pada hari Rabu 2 Desember secara resmi mengakui Pemerintahan Nicolas Maduro sebagai “satu-satunya perwakilan sah” negara Latin tersebut.

“Hari ini Sidang Umum PBB menyebut Pemerintahan Nicolas Maduro sebagai wakil sah tunggal Venezuela untuk periode 2020-2021”, cuit Moncada, seperti dikutip Fars dari HispanTV.

Moncada menambahkan, ini adalah pertanda kegagalan “petualangan imperialis” Pemerintahan Donald Trump di hadapan Venezuela.

“Ini menunjukkan kekalahan petualangan imperialis Trump dan sebuah kemenangan bagi kedaulatan serta kemerdekaan Venezuela”, lanjutnya.

Dalam tweet lain, Moncada menulis, ”Sidang Umum PBB, yang meliputi 193 negara anggota komunitas internasional, telah menolak kebiasaan AS dalam memaksakan wakil diplomatik negara-negara lain berlawanan dengan kehendak rakyat mereka. Ini merupakan sebuah kemenangan untuk hukum internasional dan piagam PBB”.

Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido pada Januari 2019 lalu mendeklarasikan diri sebagai “Presiden Sementara Venezuela” dengan koordinasi dan restu Pemerintah AS. Washington dan sejumlah sekutu AS pun segera mengakui deklarasi sepihak tersebut.

Usai menyatakan dukungan untuk Guaido dan mengerahkan upaya untuk kudeta, Pemerintahan Trump menjatuhkan sanksi dan melancarkan perang media untuk menggulingkan Pemerintahan Maduro. Namun semua upaya Washington ini sia-sia belaka.

Maduro menyebut tindakan Guaido dan AS ini sebagai upaya untuk memicu kudeta di negaranya. Ia pun memutus hubungan diplomatik dengan AS. Dalam setiap perkembangan di Venezuela, Maduro mendapat dukungan dari Rusia, Iran, Belarusia, China, Kuba, Nikaragua, Suriah, dan Turki.

Salah satu bentuk dukungan Teheran terhadap Caracas adalah pengiriman BBM ke Venezuela, saat negara Latin itu mengalami krisis energi dan BBM akibat sanksi-sanksi Washington.

Iran sukses mengirim tanker-tankernya ke Venezuela tanpa gangguan. Meski AS sesumbar akan menghalangi pengiriman tersebut dan melakukan intimidasi, nyatanya tanker-tanker Iran tiba dengan selamat di Venezuela.

Tags:

Fatal error: Allowed memory size of 134217728 bytes exhausted (tried to allocate 20480 bytes) in /www/wwwroot/porosperlawanan.com/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 2135