Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Presiden Prancis Minta Netanyahu Lupakan Rencana Aneksasi Tepi Barat

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Presiden Prancis Emmanuel Macron telah meminta Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk menahan diri dari rencananya untuk mencaplok bagian-bagian Tepi Barat dan Lembah Jordan.

Dalam percakapan telepon dengan Netanyahu pada hari Kamis, Macron “menekankan bahwa langkah seperti itu akan bertentangan dengan hukum internasional dan membahayakan kemungkinan solusi dua negara sebagai dasar perdamaian yang adil dan abadi antara Israel dan Palestina”, seperti disampaikan oleh Kantor Kepresidenan Prancis pada Jumat.

Netanyahu telah menetapkan 1 Juli sebagai tanggal dimulainya diskusi Kabinet tentang rencana aneksasi. Tetapi diskusi tersebut belum dimulai hingga kini.

Rencana aneksasi Tepi Barat yang ditetapkan oleh Israel berdasar pada paket rencana Timur Tengah yang disebut sebagai “Kesepakatan Abad Ini” yang diluncurkan oleh Donald Trump pada Januari lalu.

Selama percakapan telepon pada hari Kamis, Perdana Menteri Israel mengklaim “Israel bertindak sesuai dengan hukum internasional”, menurut kantor Netanyahu.

“Israel siap untuk mengadakan negosiasi perdamaian berdasarkan rencana Presiden Trump,” katanya.

Sementara itu pihak Palestina telah menolak rencana Trump sama sekali karena hampir tidak ada tuntutan kenegaraan Palestina yang diakomodasi dalam rencana tersebut.

Palestina menginginkan Tepi Barat sebagai bagian dari negara Palestina merdeka di masa depan dengan Yerusalem Timur (al-Quds) sebagai Ibu Kotanya.

Sementara rencana Trump, menginginkan Yerusalem (al-Quds) sebagai “Ibu Kota Israel yang tidak terbagi” dan memberikan izin bagi rezim Tel Aviv untuk mencaplok permukiman di Tepi Barat dan Lembah Jordan.

Di antara beberapa poin kontroversial lainnya, rencana itu juga menyangkal hak pengungsi Palestina untuk kembali ke Tanah Air mereka. Padahal semua permukiman Israel berstatus ilegal menurut hukum internasional.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *