Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Pusat Studi London: Untuk Penuhi Kebutuhan Strategis Dalam Negerinya, Nyata Sekali AS Sangat Bergantung pada China

POROS PERLAWANAN – Sebuah laporan yang baru diterbitkan oleh pusat studi yang berbasis di London, menunjukkan bahwa AS secara strategis bergantung pada China dalam lebih dari 400 kategori impor, lebih dari 100 di antaranya berkaitan dengan layanan infrastruktur penting Amerika.

Pusat Studi Asia yang merupakan bagian dari Henry Jackson Society di London, menyatakan bahwa AS bergantung pada China untuk antibiotik, baterai, logam langka, laptop, ponsel, suplemen vitamin dan bahkan hal-hal seperti wadah pengiriman, kaca pengaman hingga jaket penyelamat.

Menurut laporan yang dikutip dari Press TV itu, ketergantungan strategis didefinisikan ketika sebuah “negara adalah importir bersih barang tertentu; ia mengimpor lebih dari 50 persen pasokannya dari China, dan China mengendalikan lebih dari 30 persen pasar global barang tertentu tersebut.”

“Untuk mengakhiri ketergantungan strategis, Amerika harus ‘bercerai’ secara ekonomi dengan China dan membentuk kemitraan baru di kawasan Asia-Pasifik,” kata Direktur Pusat Studi Asia, Matthew Henderson.

Henderson mengatakan bahwa pandemi virus Corona telah membuat posisi AS yang bergantung pada China dalam bahaya, mengingat sikap keras Washington terhadap Beijing tentang penyebaran virus.

Laporan tersebut juga menemukan bahwa tidak hanya AS tetapi juga Inggris, Kanada, Australia dan Selandia Baru, semuanya secara strategis bergantung pada China dalam total 831 kategori barang.

Hubungan AS dan China telah rusak sejak pecahnya pandemi virus Corona, akibat sikap pemerintahan Trump yang terus-menerus menyebarkan propaganda anti-China, membuat pemerintahan dan publik Beijing geram akan hal tersebut.

Washington dan Beijing juga telah berselisih soal perdagangan, hak asasi manusia, Laut China Selatan, Hong Kong dan Taiwan.

Diplomat top Pemerintah China Wang Yi mengatakan pada hari Minggu bahwa Amerika Serikat harus bekerja dengan China untuk memerangi wabah Covid-19, dan “berhenti membuang-buang waktu” dan menyebarkan “konspirasi dan kebohongan” terhadap Beijing.

“Sangat disesalkan, selain virus Corona yang mengamuk, virus politik juga menyebar di Amerika Serikat. Virus politik ini menggunakan setiap kesempatan untuk menyerang dan memfitnah Tiongkok,” kata Wang, yang juga Menteri Luar Negeri China.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *