Loading

Ketik untuk mencari

Rusia

Rusia: Tuduhan AS bahwa Peluncuran Satelit Iran Bertentangan dengan Resolusi DK PBB dan Perjanjian Nulkir, Sama Sekali Tak Berdasar dan Tanpa Bukti

maria-zakharova-e1562260979898.jpg

POROS PERLAWANAN – Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan, tuduhan Washington bahwa Teheran telah melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB dengan meluncurkan satelit militer sama sekali tidak berdasar dan tanpa bukti.

Selain membuat pernyataan tersebut, Kemenlu Rusia juga mengatakan, bahwa virus Corona sudah menular di antara pasukan AS di Suriah. Sayang sekali, bahwa penularan besar-besaran itu sengaja dirahasiakan oleh Amerika.

Pada hari Rabu 21 April –seperti dilansir Al-Mayadeen, Kemenlu Rusia menyatakan, “kehadiran ilegal pasukan AS di Suriah menambah beban bagi penduduk di wilayah yang mereka kontrol, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar manusiawi mereka.”

Kemenlu Rusia juga menekankan bahwa Moskow memperhatikan upaya Ankara untuk mengusir militan yang menghalangi patroli di Jalan Raya M4 di Idlib, serta berharap pada akhirnya Turki mampu memilah antara militan moderat dan teroris.

Saat membahas tuduhan AS terhadap Iran, Kemenlu Rusia menekankan bahwa menuduh Teheran melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB karena peluncuran satelit militer, sama sekali tidak memiliki bukti pendukung, dan tentu saja hal itu mustahil dapat dibuktikan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova membenarkan bahwa “peluncuran satelit militer milik Teheran tidak bertentangan dengan Resolusi PBB tentang Program Nuklir Iran.”

Dia mengatakan, “Perjanjian nuklir tidak membatasi hak Iran untuk mengembangkan program luar angkasa yang damai.”

“Ini bukan kali pertama, negara (AS) yang secara terang-terangan melanggar hukum internasional dan Resolusi PBB 2231, berupaya mengalihkan kecaman internasional dari dirinya, dengan menuduh Iran (tanpa bukti) tidak mematuhi sejumlah persyaratan Dewan Keamanan,” tegas Zakharova.

Kemenlu Rusia juga membela Iran dengan mengatakan, “Iran tidak mengembangkan rudal balistik yang mampu membawa senjata nuklir.”

Menurut Zakharova, “Baik Resolusi itu sendiri maupun rencana ‘aksi komprehensif bersama’, tidak membatasi hak dan kemampuan Teheran untuk mengeksplorasi ruang angkasa dan mengembangkan program nasional yang relevan.”

Presiden Iran, Hassan Rouhani yang hari ini meresmikan pembukaan proyek baru di provinsi Fars, memberikan pernyataan terkait tuduhan AS, bahwa negaranya akan terus membuat lompatan besar dalam bidang produksi, terutama setelah keberhasilan peluncuran satelit militer.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Iran mengatakan, “Angkatan bersenjata Iran selalu siap siaga dan terus memantau perkembangan dunia.”

Tags: