Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Rusia Ungkap Keterlibatan AS dalam Penyelundupan Minyak dan Gandum Skala Besar dari Suriah

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Vershinin menyebut Amerika Serikat terlibat dalam operasi skala besar untuk menyelundupkan minyak dan gandum keluar dari Suriah, sementara orang-orang di negara yang dilanda perang itu menderita kekurangan kebutuhan dasar yang akut.

“Laporan terus berdatangan bahwa konvoi Amerika mengirimkan minyak dan biji-bijian dari Suriah ke Irak setiap hari. Informasi yang [kami] terima menunjukkan bahwa 300 truk tangki minyak dan lebih dari 200 truk kargo yang memuat biji-bijian telah melintasi perbatasan Suriah-Irak pada tanggal 23 Maret sejak awal bulan,” kata Sergey Vershinin dalam pengarahan Dewan Keamanan PBB tentang situasi kemanusiaan di Suriah pada Senin.

Dia menambahkan bahwa pada saat “Suriah menderita kekurangan produk dasar yang akut, termasuk roti dan bensin, aliran luas sumber daya alam selundupan Suriah mengalir dari wilayah Trans-Efrat yang dikendalikan oleh AS, sementara Suriah secara bersamaan tercekik dengan sanksi sepihak yang pada dasarnya adalah bentuk hukuman kolektif”.

Pejabat Rusia itu mengatakan situasi kemanusiaan paling sulit terlihat di daerah Suriah utara, yang tidak berada di bawah kendali Pemerintah Damaskus.

“Saat ini, mayoritas warga Suriah, lebih dari 90%, hidup di bawah garis kemiskinan, 60% kekurangan gizi, dan dua juta anak tidak memiliki akses ke pendidikan,” tambah Vershinin.

Dia mengatakan bahwa teroris di zona de-eskalasi Idlib menghalangi akses warga sipil ke bantuan kemanusiaan dan menghambat eksodus mereka dari wilayah tersebut melalui koridor khusus yang disiapkan untuk memfasilitasi keluarnya mereka.

Negara-negara Barat, Vershinin menambahkan, mempolitisasi masalah bantuan kemanusiaan ke Suriah dan memperkuat sanksi terhadap negara yang dilanda krisis di tengah wabah COVID-19.

Moskow “menyesalkan dan mengutuk” pelanggaran yang sedang berlangsung oleh negara-negara Barat tertentu terhadap spirit Resolusi Dewan Keamanan PBB 2254, yang menyerukan penyelesaian politik konflik Suriah berdasarkan komitmen terhadap kedaulatan negara dan juga integritas teritorial sebagai tujuan dan prinsip Piagam PBB.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia juga mengkritik perwakilan Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya karena tidak menyebutkan efek negatif dari sanksi sepihak terhadap kehidupan warga Suriah biasa dalam pidato mereka di sesi Dewan Keamanan PBB.

“Reaksi Washington dan Brussel terhadap seruan Sekjen PBB untuk meringankan dan mencabut sanksi sepihak di tengah pandemi virus Corona adalah sebaliknya, memperketat (sanksi), dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya, pembatasan yang diadopsi melangkahi Dewan Keamanan PBB, termasuk pengenalan Undang-Undang Caesar yang terkenal pada bulan Juni 2020. Sayangnya, perwakilan terhormat AS dan kolega Barat lainnya berbicara tentang banyak hal dalam pidato hari ini, tetapi (tidak berbicara) untuk sanksi AS dan UE dan efek negatif dramatisnya terhadap warga Suriah biasa,” kata Wakil Menlu Rusia.

Juga berbicara dalam forum yang sama, perwakilan permanen Suriah untuk PBB mengkritik Badan Dunia itu karena gagal membawa AS dan Turki untuk bertanggung jawab atas pendudukan mereka di negara Arab.

Dia mengatakan bahwa akan lebih berguna jika Dewan Keamanan menuntut diakhirinya kehadiran militer Turki di Suriah dan dukungannya untuk terorisme, sekaligus mendesak AS untuk menghentikan pendudukannya di wilayah Suriah, dukungannya untuk militan separatis, dan penjarahan sumber daya alam negara tersebut.

Pejabat Suriah mengeluh bahwa beberapa negara masih mengeksploitasi Dewan Keamanan untuk mempolitisasi pekerjaan kemanusiaan di Suriah dan mengabaikan dampak bencana dari sanksi yang dijatuhkan terhadap Suriah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *