Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Sebut Saudi ‘Eksportir Terbesar Terorisme’ yang Dibiarkan ‘Cuci Tangan’, Legislator Muslim AS Sindir Beda Perlakuan Washington terhadap Iran

Sebut Saudi 'Eksportir Terbesar Terorisme' yang Dibiarkan 'Cuci Tangan', Legislator Muslim AS Sindir Beda Perlakuan Washington terhadap Iran

POROS PERLAWANAN – Biro Investigasi Federal AS (FBI) mengumumkan hasil penyelidikannya terkait aksi penembakan yang dilakukan perwira Saudi beberapa waktu lalu. FBI menyebut pelaku memiliki hubungan dengan kelompok teroris al-Qaeda.

Dilansir Fars, anggota Muslim DPR AS, Ilhan Omar, mengomentari hasil investigasi itu melalui akun Twitter-nya.

“Saudi telah mengirim seorang teroris untuk menjalani pelatihan dengan tentara kita. Namun para pejabat kita justru membersihkan nama Saudi dan menyangkal keterlibatannya dalam serangan lain ke AS. Jika Iran yang melakukannya, kita pasti akan menuntut pertanggungjawaban. Tapi kenapa kita tidak bisa meminta pertanggungjawaban dari eksportir terorisme terbesar di dunia?” cuit Omar.

Associated Press melaporkan, Menteri Hukum AS William Barr dan Direktur FBI Christopher Wray berencana mengadakan konferensi pers dalam waktu dekat.

Agenda konferensi pers itu adalah pengumuman hasil investigasi FBI terkait insiden penembakan di pangkalan udara Pensacola pada Desember tahun lalu.

Dalam insiden itu, seorang mahasiswa Angkatan Udara Saudi menembak tiga teman sekelasnya asal Amerika dan melukai delapan orang lain.

Muhammad Said al-Shamrani sendiri tewas setelah ditembak aparat keamanan.

Pangkalan udara Pensacola di Negara Bagian Florida ditempati lebih dari 16 ribu awak militer dan 7.400 awak sipil. Sejumlah 5.181 dari mereka adalah para mahasiswa asing dari 153 negara dan 852 orang dari mereka berasal dari Saudi untuk menjalani pelatihan di bidang kerja sama keamanan.

Beberapa hari setelah insiden, FBI menyatakan aksi penembakan itu sebagai tindak terorisme.

Pasca kejadian, Kementerian Pertahanan AS menghentikan pelatihan pilot bagi mahasiswa asal Saudi selama beberapa bulan, meski sekarang sudah kembali dilanjutkan.

Sebelum ini, seorang pejabat FBI juga secara tak sengaja membocorkan keterlibatan diplomat Saudi dalam Serangan 11/9. Mantan staf Kedubes Saudi di Washington, Mussaed Ahmed al-Jarrah, disebut membantu para pembajak pesawat yang menyerang gedung WTC di New York beberapa tahun silam.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *