Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Sekjen Hizbullah: Tragedi Beirut Tak Ada Kaitannya dengan Kami, Rudal Kami Tidak Pernah Ada di Pelabuhan Beirut Baik Dulu Maupun Sekarang

Sekjen Hizbullah: Tragedi Beirut Tak Ada Kaitannya dengan Kami, Rudal Kami Tidak Pernah Ada di Pelabuhan Beirut Baik Dulu Maupun Sekarang

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, Sayyid Hasan Nasrullah pada Jumat sore waktu setempat berpidato tentang perkembangan domestik dan regional, terutama pasca ledakan di pelabuhan Beirut.

Di awal pidato yang disiarkan melalui video conference itu, Sekjen Hizbullah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia berharap, dengan kerja sama semua rakyat Lebanon, dampak musibah ini bisa dilalui dengan baik.

Sayyid Nasrullah menegaskan, kejadian luar biasa dalam sejarah Lebanon semacam ini perlu disikapi secara istimewa, baik di level psikologis, politis, maupun media.

Beliau menyatakan, Hizbullah siap mengerahkan para kadernya untuk membantu Pemerintah. Ia juga mengutarakan kesediaan Hizbullah untuk menyiapkan tempat tinggal bagi para keluarga yang kehilangan rumah akibat ledakan.

Sekjen Hizbullah mengapresiasi sejumlah bantuan luar negeri untuk Lebanon. Ia mengatakan, Hizbullah memandang positif berbagai bantuan dan lawatan negara asing, termasuk kunjungan Presiden Prancis. Terutama jika bantuan dan lawatan itu dalam rangka menyerukan persatuan dan kerja sama antarkelompok.

Beliau mengkritik upaya sejumlah pihak, baik di dalam maupun luar Lebanon, yang menuding Hizbullah terlibat dalam ledakan tersebut.

“Ketika dikatakan bahwa ledakan Beirut berasal dari gudang senjata dan rudal Hizbullah, ini adalah fitnah keji terhadap kami. Hizbullah membantah dengan tegas keberadaan rudal atau bahan peledaknya di pelabuhan Beirut, baik di masa lalu maupun sekarang,” tandasnya.

Sayyid Nasrullah juga menepis isu bahwa pelabuhan Beirut di bawah manajemen Hizbullah. Ia menyatakan, semua opini tergesa-tergesa terkait tragedi ini didasari penyimpangan fakta, serta berlandaskan kaidah “berbohonglah sampai semua orang memercayainya”.

“Kami tidak mengurus pelabuhan Beirut, atau menguasai dan mengendalikannya. Bahkan kami tidak tahu apa yang ada di pelabuhan ini. Kami justru lebih mengenal pelabuhan Haifa (di Israel). Pelabuhan Beirut bukan tanggung jawab kami. Sedangkan pelabuhan Haifa adalah urusan kami, sebab itu berkaitan dengan strategi pembelaan terhadap Lebanon,” paparnya.

Terkait tudingan dan fitnah terhadap Hizbullah, beliau mengatakan, ”Sekarang ini adalah saat untuk mengobati luka. Kami akan menjawab semua fitnah di waktu mendatang. Kami akan buktikan siapa yang hidup dalam ilusi dan khayalan.”

Sayyid Nasrullah menegaskan, tragedi Beirut jangan dipolitisasi atau digunakan untuk mengusung isu sektarian.

“Kebenaran harus diungkap, tanpa harus melindungi seseorang atau kelompok mana pun. Jika ini tidak bisa dilakukan, kita akan berhadapan dengan krisis kepemerintahan, bahkan krisis eksistensi,” tandasnya.

Tags: