Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Siapa pun Presiden AS, Keputusan Usir Tentara Asing dari Irak Sudah Final

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, anggota Komite Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak, al-Rukabi menegaskan bahwa entah Presiden AS berasal dari Demokrat atau Republik, Baghdad mesti mengusir Tentara AS dari Irak.

“Keputusan untuk mengusir Tentara AS dari Irak sudah pasti. Masalahnya cuma waktu dan implementasinya ada di tangan Pemerintah. Keputusan ini tidak bisa dicabut, karena sudah dipatenkan oleh Parlemen Irak,” kata al-Rukabi kepada al-Maalomah.

“Pemerintah Irak mesti berkoordinasi dengan Gedung Putih untuk menentukan waktu keluarnya Tentara AS, terlepas dari siapa pun Presiden AS mendatang, baik Presiden saat ini (Trump) atau Joe Biden. Keputusan ini sudah final dan kami menganggapnya sebagai masalah mahapenting, yang mencerminkan sebuah pandangan nasional yang ditopang penentangan terhadap keberadaan pasukan asing di negara mereka,” tandasnya.

Rekan sejawat al-Rukabi, Aynas al-Makshushi juga meminta agar PM Mustafa al-Kadhimi segera mengirim hasil penyelidikan teror Qassem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis ke komite-komite di Parlemen.

“Sesuai Anggaran Rumah Tangga Parlemen, semua kementerian dan instansi Pemerintah berkewajiban untuk mengirim hasil investigasi ke Parlemen, tanpa membutuhkan surat menyurat resmi,” kata al-Makshushi kepada al-Maalomah.

“Meski terus berjanji untuk mengumumkan hasil penyelidikan serangan di bandara Baghdad, pembunuhan para pengunjuk rasa, dan pengusiran Tentara AS, Pemerintah al-Kadhimi masih belum melaksanakannya. Padahal kasus ini adalah salah satu kasus terpenting yang menjadi fondasi dibentuknya Pemerintahan al-Kadhimi,” imbuhnya.

Anggota Fraksi Shadiqun, Jabir al-Fatlawi juga menuntut agar Pemerintahan al-Kadhimi segera mengirim hasil investigasi serangan ke basis-basis al-Hashd al-Shaabi ke Parlemen.

Seorang pakar UU Irak, Tariq Harb mengatakan, ”Ada sebuah UUD yang berhubungan dengan seluruh dunia, yaitu Piagam PBB. Pelanggaran atas Piagam ini adalah pelanggaran terhadap hukum internasional dan negara yang menjadi target serangan. Salah satunya adalah insiden serangan ke bandara Baghdad, yang menewaskan Jenderal Qassem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis.”

Tags:

Fatal error: Allowed memory size of 134217728 bytes exhausted (tried to allocate 20480 bytes) in /www/wwwroot/porosperlawanan.com/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 2135