Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Siapa Sebenarnya Pelaku Serangkaian Ledakan Mencurigakan di Provinsi Babil Irak, AS atau ISIS?

POROS PERLAWANAN – Setelah beberapa media, seperti al-Mayadeen Lebanon, al-Ahd Irak, dan al-Jazeera Qatar mengabarkan peran AS dalam serangan ke Jurf Sakhar pada Senin 18 Januari malam, grup media bernama al-I’lam al-Amni (yang dekat dengan Tentara Irak) menepis kabar serangan terhadap aparat keamanan Irak di Provinsi Babil tersebut.

“Sejumlah menara listrik menjadi target serangan dan sabotase sindikat teroris ISIS di kawasan Bahbahani di utara Babil, yang oleh sebagian pihak ditafsirkan sebagai serangan udara oleh jet-jet tempur. Aparat keamanan Irak telah memulai penyelidikan untuk menemukan pelaku sabotase”, demikian disebutkan dalam statemen al-I’lam al-Amni, seperti dilansir Fars.

Insiden ini berbarengan dengan aksi ISIS yang memasang bom dan membakar sebuah stasiun pembangkit listrik di sekitar Jalula, yang berujung pada ledakan-ledakan menara listrik di Provinsi Diyala dan perbatasan Kirkuk-Salahudin, sehingga menyebabkan padamnya listrik di ketiga provinsi tersebut.

Dalam statemennya, al-I’lam al-Amni menegaskan bahwa kabar tentang serangan atas Tentara Irak pada Senin malam tidak benar. Media-media diminta agar tidak menyebarkan hoaks yang bisa meresahkan publik.

Usai sumber-sumber lokal memberitakan terjadinya beberapa ledakan di Jurf Sakhar, jurnalis al-Mayadeen menyatakan bahwa ledakan itu disebabkan serangan udara. Sejumlah sumber lokal mengumumkan, sedikitnya terjadi 4 ledakan yang diakibatkan serangan F-16 AS.

Situs berita al-Ahd Irak juga mengabarkan bahwa 7 serdadu Irak tewas dalam serangan tersebut. Jurnalis al-Jazeera memberitakan bahwa AS menghujani sejumlah titik di Jurf Sakhar dengan tembakan.

Di pihak lain, para petinggi militer AS mengaku tidak tahu menahu soal serangan ke Irak pada Senin malam. Kedubes AS di Baghdad juga membantah keberadaan Tentara AS di Jurf Sakhar.

Masih belum jelas kenapa sebagian media yang dekat dengan Pemerintah Irak membantah adanya serangan, padahal sejumlah media menyebut-nyebut peran AS dalam serangan itu.

Al-Arabi al-Jadid menulis, hingga kini Kataib Hizbullah, al-Hashd al-Shaabi, atau Pemerintah Irak belum membenarkan atau membantah kabar serangan tersebut.

Tags: