Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Tak Hanya Ingkari Gencatan Senjata dengan Rusia dan Kirim Pasukan Baru ke Idlib, Turki Ternyata Selundupkan Teroris Asing dari Suriah ke Negaranya

POROS PERLAWANAN – Turki telah mengirim konvoi militer baru ke provinsi barat laut Suriah, Idlib, kendati ada kesepakatan gencatan senjata yang baru-baru ini ditandatangani Ankara dengan Moskow untuk menghentikan eskalasi kekerasan di sana, Press TV melaporkan.

Organisasi Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah atau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) yang bermarkas di London, melaporkan bahwa konvoi yang berisi sekitar 40 kendaraan militer Turki memasuki wilayah Suriah pada Kamis, 16 April malam. Konvoi tersebut bergerak menuju pos-pos pengamatan milik Turki di wilayah yang disebut “zona de-eskalasi”.

Sejak menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan Moskow bulan lalu, Ankara tercatat telah mengirimkan sekitar 6000 pasukannya ke zona de-eskalasi.

Pada 5 Maret lalu, Rusia dan Turki, yang mendukung pihak-pihak yang berseberangan dalam konflik Suriah, mencapai kesepakatan tentang gencatan senjata di Idlib, tempat di mana Turki melakukan agresi terhadap Pemerintah Suriah yang berisiko memicu perang.

Berdasarkan perjanjian tersebut, kedua pihak bersepakat untuk membentuk patroli gabungan Rusia-Turki yang bertujuan mengamankan koridor selebar enam kilometer di sepanjang jalan raya yang menghubungkan dua provinsi yang dikuasai Pemerintah, Latakia dan Aleppo.

Selain mengirim pasukan baru, SOHR juga melaporkan bahwa tentara Turki menyelundupkan teroris asing dan keluarga mereka dari Suriah ke Turki.

Sementara pasukan Turki terlihat seperti ingin memperketat pengamanan di beberapa titik perbatasan dengan Suriah. Mereka seperti menutup mata pada titik perbatasan lainnya dengan malah memberi jalan bagi militan asing dan keluarganya untuk menyeberang.

Menurut sumber-sumber yang dikutip SOHR, para teroris dan keluarga mereka diselundupkan dari daerah-daerah dekat Azmarin, kemudian menyeberangi sungai Asi dengan kapal-kapal feri dan sampai ke Turki.

Tags: