Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Tak Peduli Kasus Infeksi Corona Makin Tinggi di Amerika, Trump Pilih Santai di Lapangan Golf Pribadinya

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Presiden AS Donald Trump dilaporkan mengunjungi salah satu lapangan golf pribadinya di Virginia pada hari Sabtu, di tengah lonjakan cepat kasus infeksi virus Corona di beberapa negara bagian di seluruh penjuru Amerika.

Trump banyak dikritik karena gagal memimpin selama pandemi virus Corona yang sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 2.596.700 dan menewaskan lebih dari 128.100 orang, menjadikan AS negara yang paling terdampak di dunia.

Dia dikritik terutama karena menolak untuk memakai masker, mengadakan aksi kampanye di wilayah rawan virus Corona, dan menggembar-gemborkan teori konspirasi tentang pengobatan, seperti penggunaan cairan pemutih untuk mengobati pasien positif Corona.

Pada Sabtu pagi, Florida melaporkan 9.585 kasus baru dalam tempo 24 jam, sementara Arizona melihat 3.591 kasus infeksi baru.

Di Nevada, 1.099 kasus baru dilaporkan pada hari yang sama, dua kali lipat dari rekor sebelumnya, sementara Carolina Selatan dan Georgia masing-masing mencatat 1.604 dan 1.990 infeksi baru.

Lonjakan kasus lebih terlihat di beberapa negara bagian Selatan dan Barat, tempat sektor bisnis telah dibuka kembali dan kegiatan masyarakat berangsur normal.

Direktur Divisi Penyakit Menular dan Obat-obatan Internasional di Universitas Florida Selatan, Kami Kim mengkritik para pemimpin negaranya karena terlalu cepat mengklaim kemenangan.

“Itu hanya penyangkalan total oleh sebagian besar politisi,” katanya, meramalkan bahwa negara mungkin harus ditutup lagi. “Sayangnya, komunitas kita masih belum menganggapnya serius. Orang-orang bahkan tidak mau memakai masker.”

Perjalanan Trump ke lapangan golf pribadinya terjadi sehari setelah dia mengatakan akan tinggal di Washington DC untuk “memastikan hukum dan ketertiban ditegakkan” di tengah-tengah protes anti-rasisme nasional.

“Seharusnya saya akan pergi ke Bedminster, New Jersey, akhir pekan ini, tetapi saya ingin tinggal di Washington, D.C. untuk memastikan HUKUM & KETERTIBAN ditegakkan. Para pelaku pembakaran, anarkis, penjarah, dan agitator sebagian besar telah dihentikan,” cuit Trump.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *