Loading

Ketik untuk mencari

Eropa Iran

Teheran Tolak Campur Tangan dan Prasangka Buruk Prancis dalam Urusan Internal dan Independensi Peradilan Iran

POROS PERLAWANAN – Kementerian Luar Negeri Iran menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian seputar peneliti Friba Adel Khawah dan Marshall, “Hal itu tidak dapat diterima dan merupakan bentuk campur tangan atas urusan Iran.”

“Tekanan Prancis untuk membebaskan dua peneliti yang ditahan sejak Juni tidak ada nilainya. Saya tidak pernah berpikir, bahwa dengan komentar dan tekanan yang sama, Prancis akan mencapai tujuan mereka,” kata Juru Bicara Kemenlu Iran, Abbas Mousavi.

Menanggapi Le Drian, Mousavi menambahkan, “Teheran tidak menerima prasangka terhadap kedaulatannya, termasuk independensi peradilan Iran. Pertimbangan kejahatan di Iran adalah hak prerogatif pengadilan Iran saja. Sehingga meluncurkan keputusan sepihak tentang kinerja peradilan kami tidak membantu hubungan konstruktif kedua negara.”

Mousavi menyarankan, agar Prancis membiarkan peradilan Iran menjalankan tugasnya. Sebab, kedua tahanan tersebut didakwa dan dinyatakan bersalah atas pelanggaran keamanan. “Kami memahami kekhawatiran teman-teman Prancis kami, tapi mereka mengatahui kedua tahanan menikmati hak-hak hukum mereka,” terang Mousavi.

Menlu Prancis Jean-Yves Le Drian sebelumnya membuat pernyataan bahwa hukuman penjara bagi dua peneliti itu bersifat politis.

“Pemerintah Prancis akan terus bekerja untuk membebaskan Friba Adel Khawah melalui konsulat Prancis,” katanya.

Tak cuma itu, Menlu Prancis juga menyerukan Pemerintah Iran untuk membebaskan kedua peneliti tersebut dengan segera.

Pada hari Minggu 25 Mei di sebuah talkshow tivi bertema politik Le Drian mengatakan, “Iran akan melakukan pekerjaan yang hebat, jika kedua peneliti dibebaskan. Karena kami tahu keduanya tidak dalam kondisi baik dan diperlakukan dengan buruk.”

“Kami menganggap, pemenjaraan mereka tidak dapat diterima. Kami melaporkan kasus ini kepada otoritas tertinggi, termasuk Presiden Rouhani,” imbuh Le Drian.

Teheran mengutuk berulang kali tuntutan Prancis untuk pembebasan Adel Khawah dan Marshall, serta menganggapnya sebagai gangguan urusan internal. Tehran juga tidak mengakui kewarganegaraan ganda bagi warganya, juga menolak Prancis yang melakukan campur tangan melalui Konsulatnya.

Tags: