Loading

Ketik untuk mencari

Opini

Terbuka Kedoknya Perankan ‘Kebo Penurut’, Bin Zayed dan al-Zayani Bingung Mana yang Harus Ditandatangani

Terbuka Kedoknya Perankan 'Kebo Penurut', Bin Zayed dan al-Zayani Bingung Mana yang Harus Ditandatangani

POROS PERLAWANAN – Dalam sandiwara komedi peresmian normalisasi yang disutradarai Trump dan Netanyahu pada Selasa lalu di Washington, para aktornya tersesat dari skenario, sehingga membuat sandiwara ini kian menggelikan.

Dilansir al-Alam, Menlu UEA Abdullah bin Zayed dan Menlu Bahrain, Abdullatif al-Zayani adalah dua aktor Arab yang memainkan peran di sandiwara gabungan Trump dan Netanyahu. Namun, lantaran sempitnya waktu, mereka berdua tidak bisa menghapal naskah sandiwara. Selain itu, naskah yang diberikan kepada mereka juga tidak seragam. Sebab itu, mereka terlihat kebingungan saat prosesi penandatanganan, hingga membuat siapa pun akan geli melihatnya.

Ada sebuah klip yang merekam Bin Zayed dalam acara peresmian normalisasi UEA dan Bahrain dengan Israel itu. Dalam momen ini, Menlu UEA memanggil koordinator acara dan meminta penjelasan darinya terkait lembaran-lembaran yang mesti ia tandatangani.

Dalam klip ini, usai si koordinator pergi, Bin Zayed terlihat menengok ke arah lembaran di tangan Trump. Di saat itu, Netanyahu bangkit dan menunjukkan dua titik di lembaran Menlu UEA.

Adegan ini memicu olok-olok netizen di media-media sosial. Mereka mengatakan, Bin Zayed seperti siswa sekolah yang mengintip lembar jawaban siswa lain saat ujian. Menurut mereka, Bin Zayed tidak memahami butir-butir kesepakatan dan tidak tahu bagian mana yang harus ditandatanganinya.

Seorang netizen memberikan komentar menarik tentang kebingungan Bin Zayed. Dia menulis, ”Bin Zayed bertanya kepada Trump, mana yang harus ia tandatangani. Trump pun menjawabnya dengan isyarat bahwa ia bisa menandatangani tempat kosong mana pun, sebab isinya tidak ada yang penting!”

Menlu Bahrain pun tak luput dari kesialan. Sama seperti Bin Zayed, al-Zayani juga menjadi bahan cemoohan di media-media Israel.

Jurnalis Haaretz, Noa Landau dalam tweet-nya menulis, ”Kami saat ini berada di hotel…Anggota Delegasi Bahrain (yang berada di hotel ini) berusaha mencari tahu dari wakil AS soal apa yang akan ditandatangani Menlu Bahrain di Gedung Putih. Biar kami katakan saja bahwa semua detail ini terlihat tidak jelas.”

Cuitan mengejek ini menyingkap sebuah fakta pahit, bahwa Trump dan Netanyahu menyusun dokumen normalisasi tanpa koordinasi dengan Bahrain. Wakil Bahrain pun tak punya jalan lain kecuali membubuhkan tanda tangannya tanpa mengetahui konten dokumen itu.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *