Loading

Ketik untuk mencari

Amerika Eropa

Trump Diam-Diam Rayu Ahli Vaksin Corona Jerman Membelot ke Amerika

Trump Rayu Peneliti Vaksin Corona Jerman

POROS PERLAWANAN – Saat ini wabah virus Corona jenis baru sedang merajalela dan meresahkan warga di seluruh dunia. Dari waktu ke waktu, kasus terinfeksi hingga jumlah angka kematian korbannya terus berubah.

Sampai saat ini sudah lebih dari 160 negara yang melaporkan berbagai temuan kasus positif virus Corona.

Berbarengan dengan adanya penyebaran virus Corona, Presiden Amerika Serikat menjanjikan akan segera menyiapkan anti virus Corona dalam sepekan ke depan. Tapi tak banyak yang tahu, Donald Trump ingin membajak peneliti vaksin dari Jerman. Beberapa akun media sosial bahkan mengungkap isu tersebut lewat meme bernada sindiran, bahwa ada kemungkinan Trump ingin mencari nama di hadapan rakyatnya sendiri atau memang sengaja cari muka di hadapan dunia internasional.

Baca juga:

Rumor ini bermula dari sebuah berita yang menunjukkan kalau ada upaya Washington untuk menggelar operasi pembajakan dengan merayu sebuah perusahaan yang sedang meneliti vaksin virus Corona di Jerman. Namun pihak AS bersikeras untuk memindahkan penelitian itu ke negaranya.

Dalam hal ini pihak AS sekaligus membujuk para politisi Jerman untuk bersikukuh kalau tidak ada negara yang boleh memonopoli vaksin. Pemerintah Jerman pun menyebutkan kalau Pemerintah AS saat ini sedang berusaha mencari jalan agar mendapatkan akses vaksin yang saat ini dikembangkan oleh perusahaan Jerman, CureVAc.

Baca juga:

Sebelumnya ada surat kabar Welt am Sonntag Jerman yang melaporkan kalau Presiden AS Donald Trump telah menawarkan sejumlah dana untuk memikat CureVac mengalihkan penelitian vaksin ke pihak Amerika Serikat. Namun, pihak Pemerintah Jerman membuat penawaran balasan untuk membuat CurVac tetap di Jerman.

Pemerintah Jerman memang sangat tertarik untuk memastikan kalau vaksin dan zat aktif melawan Corona baru ini tetap dikembangkan di Jerman dan Eropa. Pernyataan ini juga dibenarkan oleh Juru bicara Kementerian Kesehatan Jerman.

Tags: