Sekjen PBB: Ini Saatnya Bersolidaritas, Bukan Menjatuhkan Sanksi - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Sekjen PBB: Ini Saatnya Bersolidaritas, Bukan Menjatuhkan Sanksi

Antonio Guterres Peringatkan Untuk Menhapus Sanksi

POROS PERLAWANAN – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres pada hari Selasa, 24 Maret meminta agar sanksi-sanksi atas sejumlah negara ditangguhkan.

Dikutip kantor berita Fars dari Foreign Policy, Guterres dalam suratnya menegaskan, pemberlakuan sanksi telah membahayakan keselamatan jutaan orang di dunia. Sanksi juga disebutnya telah menghalangi upaya internasional untuk menghadapi virus Corona.

Dalam beberapa hari terakhir, tuntutan internasional untuk mencabut sanksi-sanksi atas Kuba, Iran, Korut, Venezuela, dan Zimbabwe kian menguat. Tujuan pencabutan sanksi adalah agar negara-negara itu tak menemui banyak kesulitan guna menangkal penyebaran Covid-19.

Baca juga:

“Saya meminta agar sanksi-sanksi yang diberlakukan atas sejumlah negara dicabut. Tujuannya adalah untuk menjamin akses kepada bahan makanan, sarana kesehatan, dan pelayanan medis di tengah penyebaran Covid-19. Ini adalah saat untuk solidaritas, bukan menjatuhkan sanksi,”tulis Guterres dalam suratnya.

Meski demikian, seorang diplomat di Dewan Keamanan PBB mengatakan kepada Foreign Policy, sama sekali tak ada upaya serius dan terkoordinasi di Dewan ini untuk mencabut sanksi dari beberapa negara.

Dalam beberapa hari terakhir, Pemerintah Amerika terus ditekan untuk menghapus sanksi atas Republik Islam Iran.

Mike Pompeo (Menteri Luar Negeri Amerika), juga para pejabat lain negara itu, berulang kali mengklaim bahwa sanksi-sanksi Washington tidak menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan untuk Iran.

Baca juga:

Menurut para pakar, secara teori klaim Washington bisa jadi benar. Namun dalam praktiknya, sanksi-sanksi perbankan Amerika membuat berbagai perusahaan enggan melakukan transaksi dengan Iran.

Seiring penyebaran Covid-19 di banyak negara dalam sebulan terakhir, para pemimpin negara-negara seperti Turki, Rusia, Pakistan, dan China menuntut pencabutan sanksi Amerika atas Iran. Sanksi-sanksi itu menyulitkan pengiriman fasilitas dan sarana yang diperlukan untuk menghadapi Corona di Iran.

Pekan lalu, Sekjen Hizbullah dalam pidatonya juga memperingatkan potensi meluasnya pandemi Corona di Iran akibat sanksi. Sayyid Hasan Nasrullah menegaskan, sanksi-sanksi itu merupakan kejahatan kemanusiaan.

Meski demikian, Presiden Amerika tetap menanggapi dingin tuntutan-tuntutan internasional ini. Donald Trump menyatakan, ia menolak pencabutan sanksi negaranya atas Iran.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *