Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Trump Lebih Suka Pilih Nama Komandan Rasis sebagai Nama Sejumlah Pangkalan Militer Negaranya

Trump Lebih Suka Pilih Nama Komandan Rasis sebagai Nama Sejumlah Pangkalan Militer Negaranya

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, Donald Trump dikabarkan enggan mengubah nama pangkalan-pangkalan militer AS yang diambil dari nama para komandan Tentara Konfederasi.

Guardian melaporkan, Presiden AS bahkan mengaku gagasan itu tak pernah terbersit di benaknya. Padahal Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, menyambut baik gagasan tersebut.

“AS telah mendidik dan menempatkan para pahlawan di tanah suci ini. AS telah memenangkan dua perang dunia. Sebab itu, pemerintahan saya tidak akan mengubah nama pangkalan-pangkalan agung dan terkenal ini,” cuit Trump.

“Sejarah kita sebagai bangsa paling terhormat tidak boleh diutak atik. Hormatilah tentara kita,” imbuhnya.

Sebelum ini, Esper dan Sekretaris Angkatan Darat AS, Ryan McCarthy, tidak menentang gagasan untuk mengubah nama 10 pangkalan militer yang terkait dengan Tentara Konfederasi.

Dilansir Politico, sejumlah staf di Kementerian Pertahanan AS mengatakan, Pentagon menilai cuitan Trump ini sebagai bentuk “jewerannya” untuk Esper.

Saat ini, hubungan Trump dengan Menhan AS itu tengah mengeruh. Pekan lalu bahkan tersiar rumor bahwa Trump akan memecat Esper.

Konfederasi Negara Bagian Selatan AS adalah himpunan negara-negara bagian selatan, yang mendeklarasikan kemerdekaannya dari AS pasca kemenangan Abraham Lincoln di Pilpres 1860.

Konfederasi ini, yang awalnya terbentuk dari 7 negara bagian, memisahkan diri dari AS, lantaran para Tuan Tanah menentang rencana Lincoln untuk menghapus perbudakan.

Dalam rentang tahun 1861 hingga 1865, Tentara Konfederasi berperang melawan Tentara AS. Setelah menderita kekalahan, negara-negara bagian selatan itu kembali bergabung dengan AS.

Penggunaan bendera Konfederasi dan simbol-simbolnya, seperti patung para pemimpin Konfederasi di kota-kota selatan AS, selalu menjadi bahan perdebatan di negara tersebut.

Para penentang Konfederasi menganggap simbol-simbol itu sebagai warisan supremasi kulit putih. Sedangkan penduduk di negara-negara bagian selatan menyebutnya sebagai warisan nenek moyang mereka.

Pasukan Marinir AS pekan ini telah menginstruksikan agar unit-unitnya tidak mengibarkan bendera-bendera Konfederasi.

Dalam kelanjutan unjuk rasa antirasisme di AS, pada Rabu 10 Juni lalu para pendemo merobohkan patung Christopher Columbus di Virginia dan Houston.

Tokoh yang diklaim sebagai penemu Benua Amerika itu dianggap sebagai perintis genosida atas penduduk pribumi Amerika, yaitu Suku Indian.

Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, juga meminta agar 11 patung Komandan dan Tentara Konfederasi disingkirkan dari Kongres AS.

Tags:

Fatal error: Allowed memory size of 134217728 bytes exhausted (tried to allocate 20480 bytes) in /www/wwwroot/porosperlawanan.com/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 2135