Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Tuntut Penghentian Agresi dan Blokade atas Yaman, Ansharullah Ajukan Sejumlah Inisiatif dan Solusi Komprehensif

Tuntut Penghentian Agresi dan Blokade atas Yaman, Ansharullah Ajukan Sejumlah Inisiatif dan Solusi Komprehensif

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, Ketua Dewan Tinggi Revolusi Yaman, Muhammad Ali al-Houthi, mengutarakan kesiapan Sanaa untuk membahas semua topik, demi mendapatkan solusi komprehensif guna menghentikan perang di Yaman.

“Kami tidak memiliki batasan atau instruksi tertentu yang membuat kami takut tampil di media. Kami siap berunding dengan Saudi dan negara-negara anggota Koalisi dalam sebuah siaran langsung. Kami akan bicara soal Yaman dan kesulitan yang dihadapi rakyat Yaman akibat agresi,” kata al-Houthi kepada BBC.

“Kami telah mengajukan proposal terkait solusi-solusi komprehensif. Kami menghendaki pembayaran gaji (untuk para pegawai Pemerintah) dan kedatangan sebuah tim ke (tanker) Shafir. Kami telah menawarkan solusi-solusi lengkap, bukan hanya parsial yang hanya untuk konsumsi media,” imbuhnya.

“Saat ini, kami menunggu respons untuk tawaran kami. Sejauh ini, yang ada hanya dialog bertele-tele oleh utusan PBB. Kami mampu untuk berpikir, tapi mereka (Koalisi Saudi) tak sanggup menjalankannya. Kami mengajukan sejumlah inisiatif dan solusi, tapi mereka menolak untuk mengeksekusinya.”

Al-Houthi menyatakan, ada hubungan antara Ansharullah dan Koalisi, namun belum mencapai level perundingan.

“Kami menghendaki terjalinnya hubungan agar agresi ke Yaman segera dihentikan. Kami sudah menyerukan dialog sejak awal,” tandasnya.

Ia menegaskan, jika Koalisi Saudi menyepakati proposal yang diajukan Yaman, pihaknya siap pergi ke Riyadh untuk menandatangani kesepakatan.

“Rakyat Yaman, baik yang berada di kawasan yang diduduki Koalisi atau tidak, hanya butuh agar anak-anak mereka bebas, bukan berada di bawah blokade. Mereka juga menghendaki agar sumber daya Yaman bisa diakses dengan mudah, sehingga mereka bisa hidup dengan bebas dan damai,” tutur al-Houthi.

Ia menyebut Koalisi Saudi bertanggung jawab atas penyebaran Corona di Yaman. Sebab, kasus positif pertama Corona muncul di kawasan yang diduduki Koalisi.

“Orang-orang yang awalnya dilarang kembali ke Yaman, tiba-tiba diizinkan pulang saat Corona menyebar. Dalam satu hari, ada 8 pesawat yang tiba di Yaman: 2 dari India, 4 dari Mesir, dan 2 dari Yordania,” kata al-Houthi.

“Pengiriman orang-orang ini di saat pandemi, juga tidak dibawanya mereka ke karantina, adalah alasan kenapa Koalisi harus bertanggung jawab. Selain itu, mereka juga mengirim ribuan orang dari Saudi ke Yaman,” tandasnya.

Tags: