Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

UEA Paksa Fatah Sertakan Antek Israel untuk Lawan Hamas dalam Pemilu Palestina

UEA Paksa Fatah Sertakan Antek Israel untuk Lawan Hamas dalam Pemilu Palestina

POROS PERLAWANAN – Portal berita Emirat Leaks mengabarkan tekanan UEA untuk memaksakan keikutsertaan Muhammad Dahlan dalam Pemilu Palestina.

Dilansir Fars, Dahlan pada tahun 2009 adalah anggota Komite Pusat Fatah, sekaligus Penanggung Jawab Keamanan Internal PNA. Dia dipecat atas tuduhan korupsi dan pengkhianatan terhadap Fatah.

Di kalangan orang Palestina, Dahlan dikenal sebagai antek Israel. Abbas berusaha menangkapnya pada 2011. Namun Dahlan lalu kabur ke Yordania dan kurang dari setahun kemudian, ia pergi ke Abu Dhabi. Dahlan pun diangkat Muhammad bin Zayed sebagai Penasihat Keamanannya.

“Abu Dhabi telah melakukan gerakan politik besar-besaran untuk memaksa Ketua PNA Mahmoud Abbas menyertakan Dahlan dalam Pemilu”, kutip Emirat Leaks dari sumber-sumber yang disebutnya tepercaya.

Sumber-sumber itu menyatakan, UEA menekan Abbas untuk mencabut segala tuduhan yang dilayangkan kepada Dahlan.

“Abu Dhabi berusaha menerjunkan kembali Dahlan ke kancah politik, sehingga ia bisa bekerja dalam koridor konstitusional dan kelembagaan Fatah. UEA ingin hal ini dilaksanakan sebelum berlangsungnya Pemilu (Pileg pada 22 Mei dan Pilpres pada 31 Juli) mendatang”, tulis Emirat Leaks.

Menurut sumber-sumber di atas, manuver UEA ini dilakukan dengan kerja sama Yordania dan Mesir bersama para mantan pemimpin Fatah untuk melawan Hamas.

Wiki Leaks mengklaim, UEA mengancam jika Abbas menolak kembalinya Dahlan ke Fatah, Abu Dhabi tak akan memberikan dukungan politik dan finansial kepadanya.

Abbas menerima berbagai tawaran menggiurkan dari Abu Dhabi. Salah satunya adalah dukungan UEA terhadap PNA jika Dahlan kembali ke Fatah. Namun Abbas menolak tawaran ini. Di lain pihak, UEA mengancam akan menghentikan bantuan finansialnya untuk PNA.

Sumber-sumber WikiLeaks mengatakan, ”Abbas menolak kembalinya Dahlan ke kancah politik dan keanggotaannya di Komite Pusat. Para petinggi Fatah menegaskan, Dahlan adalah buronan aparat hukum Palestina atas dakwaan korupsi.”

Tags: