Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Unjuk Rasa di Kedubes Irak London, Kutuk Berlanjutnya Campur Tangan AS dalam Urusan Internal Baghdad

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, sekelompok pengunjuk rasa berkumpul di luar Kedutaan Irak di London untuk mengutuk campur tangan Amerika Serikat dalam urusan internal Baghdad.

Dalam aksi yang digelar pada hari Minggu, para pengunjuk rasa mengecam campur tangan AS dengan meneriakkan “Tuhan Yang Terbesar, AS Penjahat Besar”.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo dilaporkan menelepon Presiden Irak, Barham Salih dan Perdana Menteri Irak, Mustafa al-Kadhimi pada Minggu 27 September.

“Kami diberitahu bahwa ini adalah penutupan bertahap Kedutaan selama dua sampai tiga bulan,” kata seorang pejabat Irak seperti dikutip dalam laporan Wall Street Journal.

“Keputusan untuk menutup Kedubes (AS) di Baghdad ada di tangan Presiden Trump dan sudah siap. … Jika pasukan kami mundur dan Kedubes ditutup dengan cara ini, kami akan melikuidasi semua orang yang terbukti terlibat dalam serangan ini,” kata Pompeo dalam panggilan telepon dengan Salih, menyebut kelompok anti-teror Kata’ib Hizbullah dan Asa’ib Ahl al-Haq, yang merupakan bagian dari Unit Mobilisasi Populer (PMU) pro-Pemerintah Irak atau al-Hashd al-Sha’abi.

Sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada situs berita Amerika Al-Monitor bahwa Salih telah mengadakan pertemuan dengan para pemimpin faksi politik dan memberi tahu mereka bahwa dia telah menerima surat peringatan dari Pompeo.

Saluran TV Al Arabiya milik Saudi juga mengutip sumber politik Amerika dan Irak yang mengatakan bahwa ancaman sanksi dan pembatasan transaksi dolar, termasuk menahan bantuan melalui Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk Irak, semuanya telah dimunculkan oleh diplomat tertinggi AS dalam “pesan yang sangat keras” untuk Salih.

Baru-baru ini, beberapa serangan roket menargetkan pangkalan militer Amerika di Irak. Sebuah kompilasi oleh analis Irak, Joel Wing mengatakan telah terjadi 25 serangan terhadap konvoi yang membawa pasokan ke fasilitas AS atau Koalisi, di Zona Hijau tempat Kedutaan Besar AS berada, atau di bandara Baghdad sepanjang bulan ini.

Hubungan Irak-AS memburuk sejak 3 Januari ketika pesawat tak berawak AS yang diberi wewenang oleh Trump menyerang konvoi di bandara Baghdad, membunuh komandan anti-teror Iran, Jenderal Qassem Soleimani dan Wakil Komandan al-Hashd al-Sha’abi Abu Mahdi al-Muhandis.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *