Loading

Ketik untuk mencari

Eropa Iran

Velayati: Radikalisme dan Penistaan Nabi adalah Proyek Rezim Arogan dan Zionisme Internasional

Velayati: Radikalisme dan Penistaan Nabi adalah Proyek Rezim Arogan dan Zionisme Internasional

POROS PERLAWANAN – Dilansir al-Alam, menyusul serangkaian penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw di Prancis, Sekjen Himpunan Kebangkitan Islam Sedunia, Ali Akbar Velayati merilis statemen yang mengutuk keras tindakan tersebut.

Dalam statemennya, Velayati menyebut radikalisme dan penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw merupakan dua sisi mata uang, yang dilakukan oleh Zionisme internasional dan arogansi dunia untuk menyerang Islam.

“Yang menjadi target dalam radikalisme adalah fisik manusia, sedangkan yang disasar oleh penghinaan adalah ruh dan pemikiran umat manusia. Para pengklaim HAM melakukan tindakan dan kejahatan paling kotor dengan dalih kebebasan pendapat. Di sisi lain, mereka memberlakukan hukuman dan sanksi terberat untuk kritik dan penolakan remeh. Padahal, mereka mengaku sebagai pendukung HAM dan kebebasan pendapat,” kata Velayati.

Senada, Hizbullah dalam statemennya menegaskan, ”Semua klaim palsu soal kebebasan pendapat dan keyakinan tidak bisa menjustifikasi penghinaan terhadap kedudukan Rasulullah Saw.”

Sementara itu, Kemenlu Prancis meminta dari negara-negara di Asia Barat (Timur Tengah) untuk menghentikan seruan boikot atas produk-produk negara Eropa tersebut.

Dikutip Fars dari Reuters, Kemenlu Prancis dalam statemennya menyinggung tuntutan-tuntutan dalam tiga hari terakhir untuk memboikot barang-barang dari Prancis, termasuk komoditas pangan. Menurut Kemenlu Prancis, seruan untuk boikot “tidak berasas dan berdasar”. Sebab itu, kampanye ini mesti dihentikan.

Pemuatan kembali karikatur yang menghina Nabi Muhammad Saw oleh Charlie Hebdo telah memicu amarah Umat Islam di seluruh dunia.

Amarah ini kian berlipat menyusul statemen Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang membela tindakan majalah satire tersebut dengan dalih kebebasan pendapat.

Sejumlah pejabat negara, seperti Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan dan PM Pakistan Imran Khan mengutuk sikap Macron tersebut.

Macron menganggap penghinaan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai bagian dari kebebasan pendapat. Namun Paris menyebut kritik keras Erdogan kepada Macron sebagai penghinaan, sehingga memanggil Dubesnya dari Ankara. Tindakan kontradiktif ini menunjukkan omong kosong Prancis soal kebebasan pendapat.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *