Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Buta Prioritas di Masa Genting, GCC Ikuti Irama Gendang yang Ditabuh Washington Musuhi Iran

Buta Prioritas di Masa Genting, GCC Ikuti Irama Gendang yang Ditabuh Washington Musuhi Iran

POROS PERLAWANAN – Dilansir al-Alam, Menlu AS Mike Pompeo senang bukan main atas surat Dewan Kerja Sama Teluk Persia (GCC) kepada DK PBB, yang meminta agar embargo persenjataan Iran diperpanjang.

“Surat GCC ke Dewan Keamanan untuk memperpanjang embargo persenjataan Iran adalah statemen yang luar biasa. Pekan ini AS akan mengajukan sebuah resolusi untuk memperpanjang embargo Iran. Dewan Keamanan harus memilih antara ‘mempersenjatai teroris’ atau memihak (negara-negara) Teluk (Persia),” cuit Pompeo.

Ia mengklaim, negara-negara Teluk hingga Israel mendukung perpanjangan ini. Bagi mereka, ini masalah yang sangat penting. Arab dan Israel berbicara dengan suara lantang dan Dewan Keamanan harus mendengarkannya.

Sekjen GCC dalam suratnya ke Dewan Keamanan mengklaim, Iran “menyebarkan senjata di Kawasan, serta mendukung terorisme dan isu sektarian”.

Ia menambahkan, pelarangan penjualan senjata ke Iran “akan mewujudkan stabilitas dan keamanan regional”.

Jubir Kemenlu Iran menyesalkan sikap sejumlah anggota GCC ini. Abbas Mousavi menyatakan, ”Sangat disayangkan bahwa GCC menjadi Jubir sejumlah orang berpikiran sempit di dalam Dewan dan luar Kawasan. Sekretariat GCC juga terpengaruh oleh kebijakan dan perilaku destruktif sejumlah anggotanya dan menjadi corong sentimen anti-Iran.”

Mousavi menilai, GCC sendiri tengah mengalami kebuntuan akibat kinerja negatif dan perseteruan internalnya, juga kebijakan-kebijakannya yang tidak realistis. Menurutnya, dengan langkah ini GCC telah mengabaikan realitas di Kawasan, serta menutup mata dari prioritas-prioritas di masa genting ini.

“Statemen GCC dirilis secara sepihak dan merupakan dikte dari pihak lain. Statemen ini juga dikeluarkan di saat sebagian anggota GCC tidak berhenti menimbun senjata dan menjadi salah satu pembeli terbesar persenjataan di Kawasan, meski sedang dililit krisis ekonomi,” imbuhnya.

“Salah satu manifestasi kebijakan keliru sejumlah anggota GCC adalah pembantaian rakyat dan anak-anak Yaman, yang menjadi korban berbagai jenis senjata Barat dan dilakukan oleh para petinggi GCC ini di hadapan mata dunia,” pungkasnya.

Tags: