Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran: Embargo Kejam dan Ilegal Amerika di Tengah Perjuangan Bersama Lawan Corona, Ancam Nyawa dan Keselamatan Warga Dunia

Majid Takht Ravanchi for PBB

POROS PERLAWANAN – Wakil tetap Republik Islam Iran di PBB menyatakan, embargo-embargo sepihak Amerika terhadap negara-negara lain akan menguntungkan virus Corona dan merugikan dunia.

Hal ini diutarakan Majid Takht Ravanchi dalam suratnya Selasa 7 April kemarin kepada Ketua Sidang Umum PBB. Surat itu dikirim Ravanchi bertepatan dengan pengesahan resolusi di Sidang Umum terkait “Solidaritas Dunia dalam Memerangi Corona.”

“Di masa sulit sekarang ini, ketika badai pandemi Corona melanda semua negara dan kawasan, solidaritas dan kerjasama internasional adalah hal vital. Ini lantaran semua negara berada dalam front yang sama dalam melawan penyakit menular ini,” tulis Ravanchi.

Ravanchi lalu menyinggung kesulitan-kesulitan yang disebabkan embargo kejam Amerika terhadap negara-negara yang sedang memerangi Corona.

“Situasi ini bukan hanya membahayakan warga negara tersebut, tapi juga merugikan perjuangan dunia melawan Corona dan kesehatan semua penduduk di muka Bumi,” imbuhnya.

“Demi memerangi Corona secara efektif, pencabutan semua embargo-embargo ilegal Amerika adalah hal urgen dan akan menguntungkan seluruh dunia.”

Ravanchi menyatakan, ada banyak pihak yang terus menyuarakan pencabutan embargo sepihak, mulai dari Sekjen PBB, Direktur Umum WHO, Komisaris Tinggi HAM PBB, para pemimpin dunia, dan lembaga-lembaga nonpemerintah.

“Namun, alih-alih mengabulkan tuntutan ini, Amerika bukan hanya tidak mencabut embargo, malah justru memperketat sebagian dari embargo-embargo tersebut,” tandas Ravanchi.

Dilansir oleh IRNA, dua pekan lalu wakil Iran dan tujuh negara lain di PBB mengirim surat bersama kepada Antonio Guterres. Mereka menekankan keharusan dihapusnya embargo-embargo sepihak Amerika guna membantu negara-negara yang diembargo untuk mengatasi penyebaran Corona.

Dalam beberapa hari terakhir, surat itu telah ditandatangani oleh 10 negara lain, hingga totalnya menjadi 28 negara.

Tags:

1 Komentar

  1. Ahmad Hidayat April 9, 2020

    Menambah ilmu pengetahuan

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *