Loading

Ketik untuk mencari

Amerika Palestina

Pengakuan Mengejutkan Pompeo: AS Tekan Mahkamah Pidana Internasional Hapus Jejak Biadab Israel

Pengakuan Mengejutkan Pompeo: AS Tekan Mahkamah Pidana Internasional Hapus Jejak Biadab Israel

POROS PERLAWANAN – AS kembali menunjukkan diri sebagai pelindung kepentingan Israel dan pembela penindasan Tel Aviv atas Palestina. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengabarkan tekanan Washington atas Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait investigasi kejahatan Israel.

Dilansir Fars, Pompeo dalam wawancara panjang dengan Institut American Enterprise menyatakan, dalam beberapa hari ke depan, ada kemungkinan AS mengambil langkah-langkah untuk menghentikan ICC menyelidiki kejahatan perang Rezim Zionis.

Menurut laporan Yahoo News, Pompeo mengklaim adanya kecacatan dalam investigasi atas Israel.

“Dalam beberapa hari mendatang, ada sejumlah statemen yang akan dirilis, bukan hanya dari Kementerian Luar Negeri saja, tapi dari seluruh Pemerintahan AS, sebagai upaya untuk meredam niat yang ada di benak ICC,” ujar Pompeo.

“Menurut saya, ICC dan dunia akan melihat tekad kita supaya orang-orang AS dan sekutu Israel kita tidak diseret ke sana kemari oleh ICC yang cacat,” imbuhnya.

Dia mengingatkan, AS dan Israel tidak menjadi anggota dalam perjanjian yang melahirkan ICC pada tahun 1988 lalu.

“Target (pembentukan ICC) adalah negara-negara pembangkang, bukan negara-negara seperti AS. Kita bisa mengurus diri sendiri,” ujar Pompeo.

Satu bulan lalu, Jaksa Agung ICC menyatakan bahwa Palestina adalah sebuah negara independen. Dia menegaskan, ICC memiliki kompetensi yuridis untuk melakukan investigasi seputar kejahatan perang Rezim Zionis.

Sebelum ini, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu meminta agar AS dan negara-negara lain menjatuhkan sanksi atas para jaksa dan anggota ICC.

Investigasi internasional terakhir tentang kejahatan perang Israel adalah Investigasi Goldstone. PBB mengirim Komite Pencari Fakta yang diketuai mantan Hakim Afrika Selatan, Richard Goldstone, ke Gaza.

Goldstone ditugasi untuk menyelidiki kejahatan perang Israel dalam Perang 22 Hari pada tahun 2008. Agresi yang dilakukan Rezim Zionis ke Gaza saat itu menewaskan lebih dari 1.500 warga Palestina dan melukai lebih dari 5.000 orang lainnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *