Loading

Ketik untuk mencari

Afrika Arab Saudi

Serupa Amerika, Saudi Tak Gubris Desakan PBB Hentikan Deportasi Besar-besaran Migran Ethiopia yang Berisiko Sebarkan Corona

POROS PERLAWANAN – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Arab Saudi untuk menghentikan deportasi besar-besaran yang baru-baru ini mereka lakukan atas migran asal Ethiopia. PBB menyebut deportasi bisa menjadi sarana penyebaran virus Corona.

Organisasi Internasional PBB untuk Migrasi (IOM) mengatakan pada hari Senin bahwa Arab Saudi sejauh ini telah mendeportasi 2.870 migran Ethiopia ke Addis Ababa sejak dimulainya pandemi Covid-19.

“Pengusiran dan deportasi migran ilegal Ethiopia sementara respons negara mereka atas Covid-19 tidak siap, menempatkan mereka dalam bahaya,” kata Catherine Sozi, Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Ethiopia, seperti dilansir Press TV.

“Gerakan migrasi skala besar, yang tidak direncanakan, membuat penularan virus jauh lebih mungkin untuk berlanjut. Karena itu kami menyerukan penangguhan sementara deportasi skala besar,” tambah Sozi.

Kondisi kesehatan para pengungsi yang dipulangkan menjadi keprihatinan bagi Pemerintah Ethiopia, karena tidak jelas seberapa teliti pihak berwenang Saudi menyaring mereka dari virus Corona sebelum diberangkatkan.

Lebih lanjut Sozi mengatakan bahwa Pemerintah Ethiopia telah meminta agar deportasi semacam itu dihentikan sampai mereka dapat mendirikan 30 pusat karantina di Ibu Kota Addis Ababa.

Namun, dia mengatakan bahwa Riyadh tetap melanjutkan deportasi meskipun faktanya baru tersedia tujuh pusat karantina yang siap untuk menampung para migran yang dipulangkan.

Belum ada komentar resmi dari Pemerintah Arab Saudi mengenai hal ini.

Berbicara pada Press TV, sebuah organisasi kemanusiaan yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku khawatir dengan tingginya frekuensi penerbangan ke Ethiopia akibat deportasi dari Saudi.

“Para migran ini sangat rentan. Mereka telah melakukan perjalanan yang sangat berbahaya dan banyak yang tiba di Ethiopia dengan kebutuhan kesehatan medis dan mental yang tinggi,” katanya.

Beberapa waktu yang lalu, sahabat karib Arab Saudi, Amerika Serikat juga melakukan hal yang sama dengan mendeportasi banyak orang ke berbagai negara. Beberapa dari mereka yang dipulangkan oleh AS kemudian dinyatakan positif mengidap virus Corona setelah diperiksa oleh otoritas kesehatan masing-masing negara.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *