Loading

Ketik untuk mencari

Goyah Hadapi Tekanan Poros Perlawanan Palestina, Tel Aviv Lunakkan Sikapnya
Al-Qassam: Israel Beberapa Kali Gagal Culik Petinggi Hamas
Akankah Netanyahu 'Si Penipu' Terpaksa Pamit dan Hengkang dari Kursi Kekuasaannya Rabu Ini?
Dukung Palestina Merdeka, Warga Afrika Selatan Janji Tutup Sendiri Kedubes Israel di Negaranya POROS PERLAWANAN - Dilansir Fars, seiring berlanjutnya dukungan untuk warga Gaza, masyarakat Afrika Selatan menuntut agar Kedubes Israel di kota Pretoria ditutup. Kantor berita SABC News melaporkan, berbagai organisasi sipil bersama-sama dengan Venda Muslim Youth Movement dan South African Youth Council pada Minggu 30 Mei kemarin mengadakan longmarch sebagai bentuk solidaritas untuk rakyat Palestina di kota Limpopo. Berdasarkan laporan SABC, para pendemo menuntut dihentikannya agresi Rezim Zionis ke Palestina. Mereka telah menyelimuti beberapa sektor kota Limpopo dengan warna hitam dan putih sebagai tanda solidaritas untuk Palestina. Para pendemo menganggap pembunuhan dan penelantaran rakyat Palestina di Gaza sama dengan tindakan kejam Rezim Apartheid di Afrika Selatan dahulu. Salah seorang anggota South African Youth Council, Khomotjo Mangwale meminta dari Pemerintah Afrika Selatan untuk mengambil tindakan tegas terhadap Rezim Zionis. Dia mengatakan, ”Kami menghubungi Pemerintah Afrika Selatan untuk memastikan bahwa jika Israel tidak mendengarkan tuntutan kami, tak ada jalan lain bagi kami kecuali menutup Kedubes Israel, sebab kami tidak bisa hidup dengan orang-orang yang suka menindas selainnya.” Aktivis Venda Muslim Youth Movement, Salman Patel menyatakan, penting bagi generasi masa depan untuk mengetahui pelanggaran HAM (Israel) yang terjadi di Gaza. “Kami menyeru para remaja, sebab Rezim Israel Apartheid di Palestina membunuh dengan senjata, mengebom, dan melakukan kekerasan. Mereka juga menyerang anak-anak. Oleh karena itu, anak-anak datang dengan antusias untuk memastikan bahwa mereka adalah wakil saudara-saudara mereka (di Palestina),” kata Patel. Seorang pendemo bernama Avhashoni Thsifhango mengatakan, ”Kami ingin Israel tahu bahwa kami mendukung Palestina, sebab kami tidak menghendaki kekerasan dan perang. Kami ingin Palestina merdeka seperti Afrika Selatan.” Panitia penyelenggara demo anti-Israel ini menyatakan, demo-demo serupa juga akan dilangsungkan di berbagai titik Afrika Selatan.
Tak Bisa Disamakan, Kejahatan Israel Lebih Buruk dari Apartheid Afrika Selatan
Biden, Tidakkah Kau Tahu Malu? Hak Rezim Israel Perampas Mana yang Kau Bicarakan?
Poros Perlawanan Palestina Siapkan Beragam Kematian yang Bakal Membuat Zionis Menyesal dan Mengutuk Diri
Siap Perang Jangka Panjang, Hamas: Rudal-rudal Utama Belum Kami Gunakan
Jubir Brigade al-Quds: Kami Respons Serangan Zionis dengan Balasan Dua Kali Lipat